OJK RESMI RELAKSASI INVESTASI DANA PENSIUN

OJK RESMI RELAKSASI INVESTASI DANA PENSIUN

Bisnis.com, JAKARTA -- Setelah lama ditunggu, aturan yang mengizinkan Industri Dana Pensiun lebih ekspansif resmi diterbitkan. Peraturan OJK No 3/POJK.05/2015 tentang investasi dana pensiun tertanggal 16 April 2015 ini menjadi payung hukum bagi pemilik dana jangka panjang ini untuk membiayai proyek-proyek strategis.
 
"Harapan kita adalah industri dana pensiun dapat meningkat pesat total asset kelolaannya dan dapat mendukung percepatan pembangunan perekonomian nasional," kata Heru Juwanto, Direktur Pengawasan Dana Pensiun dan BPJS Ketenagakerjaan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di Jakarta, Kamis (30/4/2015)
 
Menurutnya aturan relaksasi merupakan upaya otoritas memaksimalkan potensi dana pensiun yang jumlahnya Rp187 triliun lebih. Otoritas mengharapkan dana jangka panjang ini dapat menjadi penggerak sektor rill dengan masuk pada dukungan pembiayaan perumahan hingga infrastruktur.
 
Selain menambah pilihan investasi, beleid ini juga mengizinkan dana pensiun memiliki lebih banyak penempatan langsung, properti maupun memiliki aset diluar negeri dengan izin otoritas. Kelonggaran juga diberikan untuk surat berharga. Dari awalnya mensyaratkan peringkat A dari lembaga rating, setelah revisi cukup dengan investment grade.
 
Investasi penempatan langsung dinaikan dari 10% menjadi 15%. Sedangkan untuk modal anak usaha yang bergerak disektor keuangan, OJK mengizinkan dana pensiun menyuntik sesuai kebutuhan. Aset diluar negeri diizinkan 5% dari dana investasi sementara tanah dan properti diizinkan naik dari 15% menjadi 20%.
 
"Relaksasi dibutuhkan karena pasar investasi berubah. Selain itu pertumbuhan aset dapen masih rendah," ujarnya menambahkan.