Masa Pensiun Adalah Masa yang Indah

Masa pensiun adalah masa yang secara alamiah akan menghampiri setiap orang, datangnya sudah pasti berdasarkan pencapaian usia tertentu. Karenanya memasuki masa pensiun harus dinikmati dan dianggap sebagai masa yang indah dan cemerlang dan sebagai akhir yang indah atau happy ending atau “khusnul khotimah

Janganlah memasuki masa pensiun sebagai masa yang menjengkelkan, hanya disebabkan hilangnya kegiatan rutin, menurunnya penghasilan, hilangnya wewenang yang selama aktif bekerja dimilikinya (post-power syndrome), dan kondisi kesehatan yang semakin menurun seiring dengan pertambahan usia.

Banyak orang yang tidak siap menghadapi masa pensiun, karena pensiun dianggap sebagai pemutus kegiatan rutin yang dilakoninya selama bertahun-tahun. Pensiun sebagai pemutus mata rantai sosial yang sudah terbina dengan rekan kerja, juga pensiun dianggap sebagai penghilang identitas diri yang sudah melekat begitu lama.

Banyak yang beranggapan, masa pensiun adalah memasuki masa usia tua, fisik yang makin lemah, makin banyak penyakit, cepat lupa, penampilan tidak menarik serta yang terasa kejam anggapan bahwa masa pensiun adalah merupakan tanda seseorang sudah tidak berguna dan tidak dibutuhkan lagi karena usia tua dan produktivitas makin menurun. Pemahaman ini tanpa sadar akan mempengaruhi persepsi seseorang sehingga ia menjadi over sensitif dan subyektif terhadap stimulus yang ditangkap. Kondisi inilah yang membuat orang jadi sakit-sakitan saat masa pensiun tiba.

Karenanya, memasuki masa pensiun mindset harus dirubah, jadikan masa pensiun sebagai masa yang menyenangkan dan ditunggu-tunggu. Jauh hari sebelum masa pensiun tiba, mulailah belajar atau terjun dalam kegiatan sosial atau pekerja sosial, aktivitas politik stau sekedar menekuni hobby, misalnya photography, philatelis, travelling, membaca, menulis dll. Namun, jika menginginkan tambahan materi, berwirausaha adalah pilihan terbaik. Janganlah masa pensiun tidak di isi dengan kegiatan, hanya melamun di rumah atau nonton TV karena ini akan membosankan dan lama-lama menjadi stress.

Memanfaatkan waktu luang di masa pensiun sangat berarti bagi perkembangan jiwa, karena secara psikologis memanfaatkan waktu luang dengan kegiatan adalah bertujuan untuk memenuhi rasa identitas, status, ataupun fungsi sosialnya.

Jelas di masa pensiun, kondisi fisik untuk bekerja memanfaatkan waktu luang ini sangat terbatas, sehingga pilihlah jenis kegiatan yang statis dari pada kegiatan yang bersifat dinamis dan menantang. Walaupun kegiatannya berbeda ketika masih muda dulu, namun dampak yang diperoleh dari kegiatan ini adalah memberi kepuasan pada dirinya.

Bagi pensiunan, yang tidak mencari “kerja” lagi untuk mencari tambahan penghasilan, maka kiat-kiat berikut mungkin berguna :

  • Jalani masa pensiun dengan secara rileks, karena ketegangan dan kecemasan tidak akan menjadikan segalanya lebih baik. Bercermin dan belajar dari pengalaman keberhasilan dan kegagalan di masa lalu, untuk jadi bahan rencana masa depan.

  • Banyak tersenyum dan tertawa akan membuat Anda punya banyak teman yang memberikan keceriaan dalam hidup. (jangan sering ketawa sendirian lho… bisa-bisa dikirim ke RSJ)

  • Nikmatilah setiap moment yang berlalu dalam hidup semasa pensiun ini, agar bisa mensyukuri dan merasakan kenikmatan hidup yang sesungguhnya.

  • Lakukanlah kegiatan sosial yang menarik yang ada di lingkungan sekitar disertai optimisme bahwa hidup ini jauh lebih baik dibanding dari sebelumnya. Hilangkan sifat pesimisme yang menghantui pikiran dan perasaan.

  • Kegiatan yang dilakukan janganlah dianggap sebagai “pembunuh waktu”, sebaliknya kegiatan yang dilakukan adalah untuk memanfaatkan waktu sebaik mungkin agar mendatangkan hal-hal terbaik dalam masa pensiun..

  • Jangan suka berdiam diri atau membiarkan diri menganggur dan melamun karena hanya akan membangkitkan emosi dan pikiran negatif, hilangkan kesepian dan libatkan diri pada orang-orang sekitar atau lakukan kegiatan kebersamaan dengan teman-teman yang sifatnya santai

  • Jagalah kondisi dan kesehatan tubuh yaitu dengan cara rajin berolah raga dan diet yang baik serta hilangkan kebiasaan buruk seperti merokok, mengkonsumsi makanan berlemak tinggi, mengkonsumsi minuman beralkohol atau junk food agar tidak jatuh sakit

  • Pergilah mengunjungi tempat-tempat yang menarik bersama pasangan atau pun teman-teman yang dapat membangkitkan nostalgia dan keriangan.

  • Berkomunikasilah dengan teman-teman melalui email, telephon, sms barangkali ada sesuatu yang baru dan menarik yang bisa diperoleh.

  • Pertahankan dan kembangkan hobi yang selama ini tidak sempat terlaksana atau ditekuni karena keterbatasan waktu

  • Bacalah buku-buku yang membangkitkan motivasi.

  • Jangan lepaskan kebiasaan doa Anda dan luangkan waktu setiap hari beberapa kali untuk berbincang-bincang dan berdiskusi dengan Tuhan

Akhirul kata, walaupun sudah berumur katakanlah : “Act your age, but I don’t want to act old”

A Karma Sentika

http://sosbud.kompasiana.com/2010/11/08/masa-pensiun-adalah-masa-yang-in...